Ads Top

Berprasangka Baik, Titik Balik Sebuah Hidayah


Syeikh Muhammad Al-Arifi menyebutkan kisah menarik di situs resmi beliau www.3refe.com bahwa, "Ada dua pemuda penduduk asli Madinah al-Munawarah. Keduanya tamasya ke Turki untuk mengisi liburan mereka, dengan bersenang-senang dan menenggak khamr. Ketika telah sampai Istambul, keduanya membeli khamr secara sembunyi-sembunyi, lalu menaiki taxi menuju daerah Riifah dan tinggal di sebuah hotel. Pada saat cheeck in, resepsionis bertanya asal negara mereka. Salah satu dari keduanya menjawab, "dari Madinah." Terlihat binar bahagia resepsionis mendengar asal kedua pemuda itu. Disiapkan untuk keduanya peviliyun dengan harga kamar biasa, demi memuliakan tamu yang berasal dari kota Nabi SAW. Alangkah gembiranya keduanya menerima penghormatan itu. 

Mereka melalui malamnya dengan menenggak khamr. Satu dari keduanya mabuk, sedangkan satunya lagi setengah mabuk hingga tertidur. Tiba-tiba, sekitar jam 04.30 menit ada seseorang mengetuk pintu depan. Salah seorang dari keduanya bangun membuka pintu dengan setengah sadar. Ternyata ia adalah resepsionis yang tadi bertugas di depan. Ia berkata, "Permisi, Imam masjid kami menangguhkan shalat shubuh begitu mendengar ada tamu dari Madinah yang menginap di sini, maka kami menunggu Anda berdua di masjid bawah." Seperti tersambar petir ia mendengarnya. Buru-buru ia membangunkan temannya dan bertanya, "Kamu punya hafalan al-Quran nggak?" ia menjawab, "Ada, tapi tidak mungkin saya berdiri sebagai imam." Keduanya berpikir keras untuk keluar dari 'masalah' tersebut. Belum lagi jalan keluar ditemukan, kembali pelayan hotel mengetuk pintu. "Mohon sedikit dipercepat, kami sudah menunggu Anda di masjid bawah, takut kesiangan." Buru-buru keduanya mandi dan 'terpaksa' turun ke masjid. Ternyata masjid penuh seperti layaknya shalat jumat. Para jamaah menyalami keduanya seperti layaknya khalayak menyambut seorang ulama. 

Salah satu dari keduanya maju menjadi imam. Ia pun berusaha memantapkan hati dan bertakbir. Tatkala ia mulai membaca, "alhamdulillahi rabbil 'aalamiin...... " tiba-tiba menangislah jamaah masjid merasa seakan shalat di masjid Nabawi karena imamnya berasal dari Madinah. Imam pun larut terbawa suasana hingga turut menangis sebagaimana makmumnya. Tak ada surat lain yang dibaca selain surat al-ikhlas di shalat itu.

Usai shalat, orang-orang mendekati imam shalat seakan ingin mengenal lebih dekat dan menyalaminya. Itulah awal hidayah menyapa dua pemuda peminum khamr itu. Kini keduanya menjadi da'i di jalan Allah, dan sekarang insyaallah menjadi benarlah persangkaan baik orang-orang terhadap keduanya. Allahu Akbar..... Walillahi Hamd.

Begitulah, ada kalanya Allah mengkondisikan seseorang dengan suatu 'masalah' dan 'kesulitan', tapi bisa jadi itu adalah cara Allah memperbaiki dirinya. Allah berfirman,

"......Bisa jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak."
(QS. An-Nisa' : 19)


Disadur dari buku "Muslim Hebat" Karya Ust. Abu Umar Abdillah

No comments:

Powered by Blogger.